• Selasa, 28 Juni 2022

Dikaitkan dengan KKN di Desa Penari, Rowo Bayu Saksi Bisu Gugurnya 60 Ribu Prajurit Blambangan

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:55 WIB
Dikaitkan dengan KKN di Desa Penari, Rowo Bayu Saksi Bisu Gugurnya 60 Ribu Prajurit Blambangan
Dikaitkan dengan KKN di Desa Penari, Rowo Bayu Saksi Bisu Gugurnya 60 Ribu Prajurit Blambangan

SINERGI JATIM - Rowo Bayu terud dikaitkan dengan kisah KKN di Desa Penari. Banyak yang beranggapan bahwa destinasi di lereng Gunung Raung itu merupakan lokasi asli kisah mistis berujung tragis tersebut.

Terlepas benar tidaknya Rowo Bayu sebagai lokasi asli KKN di Desa Penari, petilasan Prabu Tawang Alun ini rupanya menyimpan sejarah perjuangan rakyat Blambangan terhadap penjajahan Belanda.

Rowo Bayu menjadi saksi bisu Perang Puputan Bayu yang mengakibatkan puluhan ribu prajurit Blambangan gugur. Bahkan, akibat perang tersebut dari 65 ribu jumlah total penduduk Blambangan kala itu tinggal menyisakan 5 ribu jiwa saja.

Baca Juga: Mengenal Prabu Tawang Alun, Raja Blambangan Pemilik Petilasan Rowo Bayu yang Diduga Lokasi KKN di Desa Penari

Menurut Budayawan Banyuwangi, Abdullah Fauzi, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya Perang Puputan Bayu pada Tahun 1771. 

Salah satunya ialah perjanjian yang diteken antara penguasa Mataram Islam, Pakubuana (PB) II dengan Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada 1743.

Dalam perjanjian tersebut, PB II harus menyerahkan wilayah kekuasaan Mataram di Jawa bagian timur, mulai dari Pasuruan hingga Blambangan, juga sebagian wilayah Madura.

Baca Juga: Cegah Gondok, Konsumsi Lima Sumber Makanan Beryodium Selain Garam

"Persoalannya, perjanjian antara PB II dan VOC ini tidak diketahui oleh rakyat Blambangan. Selain itu, saat itu Mataram Islam tidak benar-benar menguasai wilayah Blambangan, karena masih ada sengketa dengan Kerajaan Hindu Mengwi yang ada di Badung, Bali," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Rozik Fanani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X