• Sabtu, 1 Oktober 2022

10 Permainan Tradisional Yang Dapat Melatih Jiwa Sosial Namun Sudah Mulai Jarang Dimainkan

- Senin, 8 Agustus 2022 | 11:17 WIB
Permainan tradisional, Gatrik. (foto:daridesa) (sinergi jatim)
Permainan tradisional, Gatrik. (foto:daridesa) (sinergi jatim)

SINERGI JATIM - Perkembangan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif. Salah satu dampak positifnya adalah dapat berkomunikasi dengan mudah meskipun sedang berjauhan. Bahkan, kita dapat melihat wajah orang yang sedang berkomunikasi sama kita.

Namun, dampak negatifnya juga banyak. Salah satunya adalah anak-anak sekarang mulai sibuk memainkan gawainya, sibuk memainkan game online. Dengan hal itu, jiwa sosial kita mulai tergerus karena disibukkan dengan memainkan gawai tersebut.

Selain itu, dampak dari perkembangan teknologi ialah makin dilupakannya permainan-permainan tradisional. Padahal permainan tersebut sangat penting, selain dapat menghibur anak-anak juga dapat melatih jiwa sosialnya.

Berikut adalah permainan tradisional:

  1. Layang-layang

Permainan ini dimainkan secara individu, namun dalam bermainnya pasti beramai-ramai. Selain diadu, permainan ini juga untuk hiasan ketika diterbangkan pada malam hari dan diberi lampu.

Baca Juga: 9 Makna Kepribadian Orang yang Menyukai Warna Putih Menurut Psikologi

  1. Bentengan

Bentengan dimainkan oleh banyak orang dengan dibagi menjadi 2 kelompok. Kedua kelompok saling serang. Kelompok yang dapat menyentuh tempat sekompok lain maka dinyatakan menang. Biasanya dalam 1 kelompok terdiri dari 5-6 orang.

  1. Bola Bekel

Pada umumnya permainan ini digemari oleh perempuan. Pemainnya biasanya terdiri dari beberapa orang.

  1. Lompat Karet

Sama halnya dengan permainan bola bekel. Lompat karet juga sering dimainkan oleh perempuan. Namun, juga tidak jarang dimainkan oleh para laki-laki.

Halaman:

Editor: Abdul Rozik Fanani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rekomendasi 4 Film Yang Dibintangi Iqbal Ramadhan

Senin, 19 September 2022 | 21:30 WIB
X