• Rabu, 10 Agustus 2022

Mengapa Santri (tidak) Bisa Membaca Kitab Kuning?

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 13:24 WIB
Mengapa Santri (tidak) Bisa Membaca Kitab Kuning?  (pixabay)
Mengapa Santri (tidak) Bisa Membaca Kitab Kuning? (pixabay)

SINERGI JATIM - Mengapa santri tidak bisa membaca kitab kuning? Pertanyaan ini sengaja dibuat untuk menggambarkan betapa sulitnya membaca kitab kuning.

Hanya sebagian yang bisa membaca kitab kuning, dan sebagian lagi belum bisa membacanya, hal ini dibuktikan ketika adanya lomba-lomba pesantren yaitu musabaqoh akhir tahun.

Masih banyak santri yang menyerah terlebih dahulu dan tidak menyelesaikan pembacaanya, karena dirasa sangat sulit.

Baca Juga: Belajar Bahasa Arab Sesuai Kaidah Nahwu Shorof: Isim Nakiroh Dan Pengertiannya

Semua hal itu membuktikan bahwa santri belum bisa membaca kitab kuning, karena memang keahlian membaca kitab tidak bisa hanya dikarbit, apalagi kita hanya malas-malasan dan hanya bermain saja.

 Belajar membaca kitab kuning memang membutuhkan proses yang lama dan membutuhkan kesabaran.

Ada beberapa syarat penting yang harus dimiliki santri untuk membaca kitab kuning di antaranya, bisa ilmu alat yaitu nahwu dan shorof, mengikuti pengajian bandongan, dan sorogan (praktek).

Baca Juga: Apa Perbedaan Mendasar Antara Email Pribadi Dengan Email Bisnis, Simak Penjelasannya

Jika tidak bisa memiliki aspek itu maka sulit untuk membaca kitab kuning. Dewasa ini sangat langka sekali santri yang bisa membaca kitab kuning.

Halaman:

Editor: Abdul Rozik Fanani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sahkah Wudhu Jika Ada Bekas Tinta di Tangan?

Jumat, 22 Juli 2022 | 04:53 WIB
X