• Selasa, 7 Februari 2023

Menelusuri Keindahan Kawah Bulan Sabit, Sisi Lain Kawah Ijen dengan Fenomena Tak Kalah Menakjubkan

- Rabu, 9 November 2022 | 22:28 WIB
Menelusuri Keindahan Kawah Bulan Sabit, Sisi Lain Kawah Ijen dengan Fenomena Tak Kalah Menakjubkan (Tangkapan layar Youtube Abdul Mujib)
Menelusuri Keindahan Kawah Bulan Sabit, Sisi Lain Kawah Ijen dengan Fenomena Tak Kalah Menakjubkan (Tangkapan layar Youtube Abdul Mujib)

 

SINERGI JATIM - Keindahan Kawah Ijen tak perlu diragukan lagi. Namun tahukah traveler, ternyata di sisi lain kawah terasam di dunia tersebut terdapat fenomena yang tak kalah menakjubkan. Kawah Bulan Sabit namanya.

Kawah Bulan Sabit tersebut berada di sisi timur Kawah Ijen, tepatnya di puncak Gunung Merapi Ungup-Ungup. Kawasan itu masih berada di bawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Nama Kawah Bulan Sabit memang tidak sepopuler Kawah Ijen yang memiliki panorama nomer wahid di dunia, sebut saja danau berwarna hijau kebiruan yang menghampar luas serta fenomena blue fire yang konon satu-satunya di dunia. 

Hal ini dikarenakan kawasan Kawah Bulan Sabit tidak dibuka secara umum, mengingat medan yang ditempuh cukup terjal. Tak heran jika kemudian amat sedikit saja orang yang mengetahui keberadaan Kawah Bulan Sabit tersebut.

Baca Juga: Teks Lirik Lagu Mendem Wedokan Versi Jawa dan Artinya, Trending YouTube Terbaru

Terlebih kawasan tersebut masuk zona merah atau red zone, karena sangat berbahaya bagi manusia. Meski demikian ada beberapa pendaki yang berhasil mencapai Kawah Bulan Sabit tersebut. 

Seperti pendakian para survival dalam video akun Youtube MAKAARIM Science yang diunggah satu tahun lalu. Dalam video tersebut, para survival mendaki Kawah Bulan Sabit melalui jalur pendakian Kawah Ijen

Dari bibir Kawah Ijen, mereka melanjutkan perjalanan menuruni tebing curam bekas aliran sungai sisi utara yang kemudian dilanjutkan jalan menanjak ke badan Gunung Merapi Ungup-Ungup. 

Pendakian tersebut terbilang cukup berbahaya. Selain harus melewati medan curam dan memakan waktu berjam-jam, pendaki juga harus membuka jalur sendiri karena hampir 80% diselimuti oleh semak belukar yang harus disibak dengan penuh kesabaran.

Halaman:

Editor: Abdul Rozik Fanani

Sumber: Youtube MAKAARIM Science

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X